Hadapi Risiko Panas Ekstrem, PMI Surabaya Dorong Penyusunan Heat Action Plan Lintas Sektor

2026-09-16

Surabaya, 16 September 2026 — Menghadapi risiko panas ekstrem yang dapat berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor melalui penyusunan Rencana Aksi Panas Kota Surabaya (Heat Action Plan).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Heat Action Plan yang digelar di Gedung Bapedalitbang Kota Surabaya, Rabu (16/9). Forum ini mempertemukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan untuk membahas peran, kebutuhan, serta langkah bersama dalam menghadapi risiko panas ekstrem di Kota Surabaya.

Sejumlah OPD turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Selain unsur pemerintah, FGD juga melibatkan pemangku kepentingan dari sektor nonpemerintah, salah satunya Majelis Pembinaan Kesehatan Umum dan Pelayanan Kesehatan (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pengurus PMI Kota Surabaya, Drs. Eko Haryanto, M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen untuk bersinergi dalam proses penyusunan Heat Action Plan. Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor menjadi bagian penting agar rencana aksi yang disusun dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus terintegrasi dengan perencanaan pemerintah daerah.

“PMI dalam hal ini berperan sebagai inisiator. Nantinya, dokumen Heat Action Plan ini menjadi bagian dari pemerintah dan dapat digunakan sebagai acuan bersama dalam upaya menghadapi risiko panas ekstrem di Kota Surabaya,” ujar Eko dalam sambutannya.

Penyusunan Heat Action Plan juga memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan Kota Surabaya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, S.H., M.H., yang turut membuka kegiatan menyampaikan bahwa Rencana Aksi Panas Kota Surabaya memiliki keterkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya).

Keterkaitan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong agar isu panas ekstrem tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dipertimbangkan dalam perencanaan dan pembangunan daerah.

Melalui FGD ini, para pihak berdiskusi mengenai tantangan, kebutuhan, serta kontribusi masing-masing sektor dalam menghadapi dampak panas ekstrem. Kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, kebencanaan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun langkah antisipasi yang lebih terkoordinasi.

Bagi PMI Kota Surabaya, penyusunan Heat Action Plan merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi risiko yang berkaitan dengan panas ekstrem. Dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan aksi di berbagai sektor.

FGD ini selanjutnya diarahkan untuk menghasilkan dokumen Rencana Aksi Panas Kota Surabaya (Heat Action Plan) yang dapat menjadi bagian dari pemerintah daerah dan menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan upaya menghadapi risiko panas ekstrem di Kota Surabaya.

Penulis: PMI Kota Surabaya